Sabtu, 27 Desember 2014

Manajemen Memori, Disk, dan I/O

Seperti yang sudah saya janjikan, kita bertemu lagi di postingan tentang Manajemen Memori pada Linux. Tidak hanya manajemen memori, namun juga manajemen Disk dan I/O.

Manajemen Memori, Disk, dan I/O

Mengapa sistem operasi harus memenej Memori, Disk, serta I/O ?
Jawabannya merupakan tugas utama dari sistem operasi itu sendiri, yaitu agar proses yang membutuhkan sumber daya mendapatkan sumber daya untuk menjalankan operasi prosesnya tersebut. Atau dengan kata lain untuk mengatur dan memenej sumber daya yang ada. Karena, sumber daya yang ada terbatas (memori), sedangkan proses yang membutuhkan sumber daya tersebut bisa jadi lebih banyak dari memori yang tersedia, oleh karena itu, Sistem Operasi bertugas untuk mengatur itu semua.

Manajemen Memori

Apa yang dimaksud manajemen memori ? Memenej memori, yap benar sekali mengatur memori. Manajemen memori, seperti yang sudah disinggung diatas, merupakan salah satu tugas dari sistem operasi untuk mengatur penggunaan memori agar proses mendapatkan jatahnya untuk dieksekusi.

Fungsi memori itu sendiri diantaranya :
a. Mengelola informasi yang terpakai dan tidak terpakai
b. Memberikan sejumlah memori ke proses yang memerlukan
c. Mendealokasikan memori jika sudah selesai digunakan sehingga bisa digunakan proses lainnya
d. Mengelola swapping atau pagging antara memori utama dan disk

Berdasarkan keberadaannya, manajemen memori dibagi menjadi dua, yaitu :
1. Dengan swapping atau pagging
memindahkan proses dari memori utama ke disk (hard disk)
2. Tanpa swapping atau paging
Tidak melakukan proses pemindahan dari memori utama ke disk

Jangan bingung, sekarang kita coba perintah free pada terminal untuk melihat swapping dan swap space yang tersedia.



karena pada laptop saya swap nya udah kepake, jadi used nya juga udah keisi dengan angka tertentu sesuai yang sudah digunakan. Jika belum digunakan, maka nilai used nya 0, contohnya seperti dibawh ini *tapi bukan punya saya yang dibawah ini mah* :



selain dengan perintah free, ada juga perintah yang digunakan untuk melihat penggunaan swap kita



kalo untuk perintah swappiness ini untuk memaksimalkan penggunaan memori swap nya, disini saya set sampai 100, berarti penggunaannya hingga maksimal hohoho. Kebalikannya, jika saya set nilai swappiness nya menjadi 0, berarti dia akan sangat menghindari penggunaan memori swap.


Manajemen Disk dan I/O

Nah, selain memenej memori, sistem operasi juga bertugas dan berfungsi untuk memenej disk dan I/O yang ada untuk bisa digunakan. 

Tugas manajemen Disk dan I/O diantaranya mencakup pembuatan partisi, formatting partisi, manajamen flashdisk, printer, dan lain-lain, pokonya yang berhubungan dengan tools input dan output.

Berikut perintah yang digunakan untuk memenej partisi melalui terminal yang ada di Linux.

Untuk memenej partisi pada disk, kita menggunakan perintah fdisk , berikut diantaranya :


Nah, itu tadi untuk memenej disk yang ada . Sekarang, kita akan coba memenej tools I/O.

Untuk contoh kali ini kita akan menggunakan I/O berupa flashdrive.

Yang harus kita lakukan pertama kali adalah melihat daftar partisi/drive yang dikenali dengan menggunakan perintah fdisk-l *lihat pada tabel*


Terlihat pada data diatas bahwa ada hard disk external saya yang berada pada /dev/sdb1 sebesar 500,1 GB hohoho

Untuk melihat isi dari hard disk tersebut caranya adalah


dan untuk mencabutnya, gunakan perintah :


Selain itu, kita juga bisa melihat perangkati I/O aktif lainnya dengan menggunakan perintah lsusb

 

Sekian review manajemen memori, disk, dan I/O untuk kali ini.

Jadi jelas ya, memenej memori agar semua proses kebagian memori untuk bisa menjalankan prosesnya. Memenej disk dengan swapping dan paging. Memenej I/O dengan mendeteksi dan mencabut dengan cara aman, serta melihat list yang aktif, dll.


0 comments:

Posting Komentar

Thankyou for reading :)

 
 
Copyright © [ notulensi ]
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com