Selasa, 05 Juni 2012

Butiran Mutiara

"Yah , aku mah gausah datang aja"
"iya ,  aku juga gaakan datang aja"
"Enggak ada kita juga kegiatannya tetep jalan"
"betul betul , ah apalah kita mah"
"........"

Teringat ucapan beberapa sahabat saya , beberapa hari yang lalu (yang ngerasa jangan pundung ya :p). Oke , sayapun flashback pada beberapa tahun yang lalu saat masih SMA, SMP , bahkan SD. Tidak heran kenapa beberapa orang beranggapan "ga ada saya , ga masalah", wajar menurut saya , namun pikiran itu terhenti oleh suatu cerita .

Masih sangat jelas dalam ingatan , waktu itu ayah saya mendongengkan cerita sebelum tidur . Aneh ya , biasanya ibu yang mendongengkan , tapi ini ayah saya , dan dongeng sebelum tidurnya pun saat saya sudah duduk di kelas 1 SMA (kelas X). Ah memang the best dad ever <3 #OOT .



***
"zah , abi mau cerita" , ayahku memulai dongengnya . "sok apa ?" , jawab saya sambil menutup novel yang baru saja selesai saya baca . 
"Dulu , ada suatu negeri yang sangat kaya dan makmur . Rajanya sangat melayani rakyatnya dengan baik , bahkan tidak ada rakyatnya yang jatuh miskin , karena semua kebutuhan rakyatnya terpenuhi , baik dengan usaha rakyat sendiri maupun dibantu negara . Lalu , karena setiap rakyatnya udah kaya nih , Raja meminta sesuatu pada rakyatnya . Raja minta pada setiap rakyat untuk membawa satu sendok madu untuk dikumpulkan di semacam ember besar di kerajaan pada waktu yang sudah ditentukan" .
"terus ?" , tanya saya penasaran 
"Eh , ada satu rakyatnya yang berniat untuk tidak mengumpulkan satu sendok madu yang diminta raja .  "yah , apalah artinya satu sendok madu dibanding jumlah rakyat negeri ini yang datang untuk mengumpulkan satu sendok madu tersebut . Bisa dibayangkan banyak madunya seperti apa , dan satu sendok madu saya pun tidak akan berarti apa - apa ", pikir salah satu rakyat negeri itu ".
"Tau ga zah apa yang terjadi ? ", tanya ayah saya di tengah ceritanya .
"Apa ? " , saya bertanya kembali .
"Ternyata, pada waktu yang sudah ditentukan sang raja untuk mengumpulkan satu sendok madu dari setiap rakyatnya , ember yang disediakan raja tetap kosong . Tau kenapa ? Karena yang berpikiran seperti itu bukan hanya satu orang , tetapi ternyata semua rakyatnya berpikiran seperti itu . 'apalah arti satu sendok madu saya , dibanding ribuan sendok madu rakyat lain , tidak ada apa - apanya , dan tidak akan kelihatan'".
Dan saya pun terdiam .
"Jadi zah , nanti kalo izah ngerasa peran izah kecil dalam suatu kumpulan , jangan beranggapan kecil . Untuk PD nya bilang aja ke diri sendiri 'ga ada saya , ga akan sukses' , haha . Udah gitu lakukan semuanya dengan profesional . Kalo secara profesional , percaya deh ga akan ada yang namanya sia - sia , atau cuma bagian pelengkap, atau ada ga ada saya ga ngaruh" , jelas ayah saya. "Karena seperti cerita tadi , kalo izah berpikiran saya kecil , bisa jadi yang mikir kayak gitu bukan cuma izah , tapi yang lain juga , kalo udah kayak gitu , mana penggeraknya coba ? ya kan ? " , lanjutnya kemudian .
"oooh , ngerti " , jawabku seadanya sambil membaca komik yang baru saja saya beli . "Yaudah gih bobo , taro komiknya , besok lagi bacanya , udah malem , ntar telat sekolahnya . TV nya matiin kalo udah ga ditonton " , nasihat terakhir sebelum beliau keluar kamar dan beristirahat malam .
"mmm" , jawab saya mengiyakan seadanya .


***


Dear my friends , anggaplah diri kalian sebutir mutiara , yang walaupun hilangnya cuma satu , tapi berarti banyak karena harganya yang wow . Bangga pada diri sendiri untuk beberapa hal yang positif dan nyemangatin diri sendiri itu perlu , biar walaupun banyak orang yang ngedorong buat jatoh , tapi kita masih punya diri sendiri dan punya Allah :') , tapi jangan sampe berarti sombong atau besar kepala ya  , hehe . Bukan percaya diri , tapi percaya sama Allah yang pasti ngebantu , hehe :D .

Lets create our own stories , starting from now :)

Semoga bermanfaat :D~

3 comments:

さくら21Saa mengatakan...

heheheheee,,, saya juga kadang pernah berfikiran seperti itu,
tapi setelah difikir, wajar bila org lain ga menganggap ada diri saya, krn saya nya sendiri under-estomate dg kemampuan diri, minder duluan.
hehehe, jd mulai sekarang saya, penting ga penting saya hrs gabung dan ada disana, minimal berbagi senyuman saat tak ad yg bs saya lakukan...

nice post :))

Clara Dita Chairunnisa mengatakan...

hey! visit and followed you here now already. will you visit and follow mine too? it was so pleasure for me. thank you there :D

epoolz mengatakan...

artikel yang sangat berbobot juga nih,,, mantap teman blognya keren,,,

Posting Komentar

Thankyou for reading :)

 
 
Copyright © [ notulensi ]
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com