ketika ada seseorang yang berprilaku sesuatu di depan saya, baik
wajar maupun tidak, yang pasti kebayang satu hal : DI RUMAH - nya.
semua kembali ke rumah, ke keluarga, ke tempat pulang, ke tempat kembali, tempat kebahagiaan masing-masing.
Apa
yang diperlihatkan diluar, ada dua kemungkinan : implementasi dari
keseharian dirumahnya, atau kebalikannya, apa yang tidak bisa dia
lakukan dirumahnya.
Then ? It shows how their parents educate them, sesimpel itu.
Makanya
salah besar kalo pendidikan berkarakter dipaksa di sekolah dan dimulai
dari SMP / SMA dengan ditambah mata pelajaran agama dll, ya merekanya
juga udah anti sama hal2 gituan.
Karakter dimulai dari rumah,
kekuatan iman + akidah juga dimulai dari rumah. Jadi saat dilepas,
anak-anak gaakan goyah dan cari sana sini, krna udah kuat pondasinya,
setidaknya untuk akidah.
Lalu ?
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulisan. Tampilkan semua postingan
Jumat, 06 September 2013
Kamis, 22 Agustus 2013
Sepatu untuk Ratna
| gambar dari sini |
"zah, mau ikut atau di rumah aja ? Ummi mau ke cijerah", tanya ummi yang menghampiriku di kamar abang saat sedang asyik menonton acara TV favoritku.
"ummi mau kemana ?", tanyaku seraya bangun dari tempat tidur.
"mau ke cijerah, beliin sepatu buat ratna, kalo mau ikut ayolah cepet, abi udah nunggu di depan, kelamaan keburu tutup pula tokonya", jawab ummi dengan sedikit nada melayu padangnya yang biasa digunakan saat sedang di rumah.
Sebenarnya aku malas beranjak dari tempat tidur dan berganti baju untuk ikut ummi keluar rumah. Namun mengingat sudah lama aku tidak ikut keluar malam bersama ummi abi hanya sekedar untuk mencari angin dan chitchat dengan mereka, akhirnya akupun memutuskan untuk ikut.
"mi tungguin, izah ikut aja ah", teriakku menjawab pertanyaan ummi yang tadi dilontarkannya padaku.
Segera aku mengambil 'senjata' untuk keluar rumah. Kuambil jilbab langsung merk ternama R yang berwarna merah, rok hitam yang kugantungkan di belakang pintu pun langsung kukenakan. Tidak lupa kaos kaki yang kusimpan didalam laci lemari ikut menjadi sasaran 'senjata' yang harus ikut dibawa, dan jaket adidas biru pemberian abangku juga dengan sigap aku ambil dari dalam lemari dan segera aku kenakan, cuaca cukup dingin diluar. Maklum, memasuki pukul 7 malam di bandung, suhunya sudah cukup tinggi, dan tidak lebay untuk menggunakan kaos kaki di dalam rumah.
Tag
agak serius,
ceritanya kuliah,
cerpen,
tulisan
Langganan:
Postingan (Atom)