Tampilkan postingan dengan label book. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label book. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Maret 2015

Book Wish

source : goodreads

Ingin iseng ngeposting my wishful wednesday (on book). Im kinda craving this book so much. The Book Thief by Markus Zusak. Goodreads memberikan rekomendasi untuk membaca buku ini sesaat setelah saya menyelesaikan bukunya Harper Lee, To Kill a Mockingbird, karena mungkin genre nya sejenis, historical, young, child. 

Melihat dari review yang ada di goodreads sepertinya buku ini menarik, average rate star nya 4.35 dari >700k yang mereview. Untuk ukuran goodreaders, ini sepertinya menarik sekali, karena jarang buku yang bisa melewati rating >4 , karena bisa dikatakan cukup sulit untuk mencapai rating itu. Biasanya yang melewati rating itu buku-buku klasik, yang memang sudah memenangkan banyak award hehe.

Dari bebarapa review, yang membuat semakin ingin membaca buku ini adalah :

  1. Bercerita tentang petualangan anak kecil 
One of my favourite book, kalau sudah bercerita tentang anak kecil. It reminds me bout my childhood back then. Terlebih, bisa menyelami cara berpikir anak kecil, meskipun tidak semua akurat, karena mau bagaimanapun yang menulisnya adalah orang dewasa, bukan anak kecil langsung. Tapi, mostly, buku-buku yang berkisah tentang petualangan anak-anak lebih jujur dalam banyak hal.

   2. Berlatar belakang perang dunia 2, holocaust

Another reason, selalu suka kisah yang berlatar belakang perang dunia ke-dua, atau perang dunia satu, atau buku-buku yang berlatar belakang saat keadaan sedang konflik (revolusi industri, revolusi Prancis, dll). Karena selalu memberikan pandangan baru dalam menyikapi banyak hal, khususnya kejadian yang dijadikan latar belakang pada kisah itu.


   3.Diceritakan dari sudut pandang ke 3,  kematian

PENASARAN! Biasanya diceritakan dari sudut pandang orang ke-1, orang orang ke-3 serba tahu. Disini, dari banyak review yang sudah dibaca di goodreads, yang menceritakan adalah kematian. Yup, kematian yang bersama si tokoh utama. 

  4. (Katanya) Kamu bakal jatuh cinta sama bocah bernama Rudy

Ini lebih penasaran banget. Biasanya setelah baca buku memang menambah list tokoh yang dikagumi, meskipun hanya hidup dalam buku. Apa yang dilakukan Rudy sampai mostly people whove read this book fell in love with this boy ? 

OUCH! Craving banget! Doain ketemu sama buku ini sesegera mungkin hehe.

Oh iya, sebetulnya buku ini sudah difilmkan dengan judul yang sama, tapi aku akan merasa gagal kalau nonton film yang diangkat dari buku, tanpa membaca bukunya terlebih dahulu.

Please grant my wish :')



Jumat, 02 Januari 2015

No Cure for Books





Everytime I feel sad, I read
Everytime I feel alone, I read
Everytime I feel failed, I read
I read in every situations

Karena buku memang teman yang nasihatnya gaakan bikin kita sakit hati (termasuk dalam hal ini Al Quran), ya namanya juga manusia kadang kalo dinasehatin suka gamau nerima atau mungkin yang menasihati kurang tahu cara menyampaikannya. But books speak in silent, wisely. 

Karena selesai membaca buku saat sedih, secara ga langsung dikasih spirit untuk menyelesaikan masalah yang ada, layaknya cerita dalam buku yang baru saja dibaca, juga dalam keadaan lainnya, ada hikmah yang bisa diambil dan dijadikan semangat motivasi.

Whenever, wherever I go, I always bring my book no matter what.  

Terimakasih sudah mau menjadi teman dalam keadaan apapun dan tidak komentar saat tidak dibutuhkan, dan terimakasih atas nasehat tidak langsunya. 

[Resensi] The Giver

source from goodreads
Judul : The Giver (Sang Pemberi)
Penulis : Lois Lowry
Penerbit : Gramedia
Tahun Terbit : Agustus 2014
(first published in 1993)
Tebal : 230 halaman
Genre : Fantasy, Children, Science Fiction Dystopia
Pemeran : Jonas, Fiona, Asher, dll
Rating : 5 out 5 stars

Sinopsis

Dunia Jonas merupakan dunia yang sangat sempurna. Tidak ada peperangan, tidak ada kecemburuan sosial, tidak ada perdebatan, tidak ada pertentangan, damai, (mungkin) layaknya dunia yang kita impikan ada saat ini.

Orang-orang tidak perlu takut untuk mengambil keputusan dalam hidupnya, karena semua keputusan sudah ada ditangan yang disebut Tetua. Mereka dan para pembuat kebijakan lainnya membuat dunia ini menjadi sedemikian teratur sehingga tidak akan terjadi kekacauan sedikitpun, bahkan kesempatan timbulnya kekacauan pun tidak ada, karena semua hal dibuat semirip mungkin, kesamaan.

Setiap warga dalam komunitas tersebut memiliki peran  masing-masing sesuai kemampuannya. Setiap anak memiliki pengalaman yang sama sesuai usia tumbuh kembang mereka. Mereka menyebutnya kesamaan, dimana tidak akan ada celah untuk perbedaan yang akan memancing perselisihan.

Senin, 29 Desember 2014

[Resensi] The Scorch Trials

source from goodreads

Judul : The Scorch Trials  (#2 dari trilogy The Maze Runner)
Penulis : James Dashner
Penerbit : Mizan
Tahun Terbit : September 2014 (Edisi II Cetakan I) 
(2009 by Delacorte Press Books USA)
Tebal : 441 halaman
Genre : Science Fiction, Romance
Pemeran : Thomas, Minho, Teresa, Brenda, dll
Rating : 4 out 5 stars

Sinopsis

Melanjutkan petualangan yang sudah dilalui Thomas dkk sebelumnya yang berjuang menemukan pintu keluar maze (dalam The Maze Runner), kali ini Thomas dkk tidak lagi berlari dalam maze, namun Wicked memberikan 'permainan' yang berbeda dari sebelumnya. Yap, scorch trials. Permainan di gurun pasir.

Setelah susah payah melewati hari-hari yang tidak menyenangkan di dalam Glade, Glader yang selamat dijanjikan akan diberikan 'surga yang aman' jika berhasil melewati ujian Gurun Pasir ini oleh Wicked. Bukan Wicked namanya jika tidak memberikan sentilan saat mereka berusaha melewati Gurun Pasir ini menuju pintu 'surga yang dijanjikan'.

Virus flare sudah begitu menyebar di negeri ini. Manusia menjadi semakin ganas, persediaan makanan tidak memadai, bisa ditebak apa yang terjadi selanjutnya dikarenakan tidak berfungsinya otak mereka untuk membedakan bahan makanan, bahkan manusia sekalipun. Pengidap flare akut ini dinamakan Crank (yang harus dihadapi Thomas selama perjalanan).

Selama perjalanan menuju pintu 'surga yang dijanjikan' , Thomas dkk bertemu dengan pengidap flare yang membuat mereka harus berusaha lebih keras, karena selain untuk melewati gurun pasir tersebut, mereka juga harus pandai bersembunyi atau melawan para pengidap flare tersebut jika ingin masih hidup sampai ujung gurun pasir ini.

Berhasilkah mereka menemukan pintu surga yang aman serta tidak lagi dipermainkan oleh Wicked ? 


-----

Berbeda dari buku sebelumnya, The Maze Runner yang saya berikan 3 bintang dari 5 bintang, pada buku keduanya ini saya berikan 4 bintang. Karena petualangan juga tantangan yang mereka hadapi pada buku kedua ini lebih terasa nyata dan menantang dibandingkan hanya bertarung dengan Griever (dan itupun mereka yang menantang untuk bertemu Griever). 

Kamis, 04 Desember 2014

Maze Runner's Case



Setelah sekian lama memendam ini sendirian, akhirnya punya temen yang memiliki pemikiran yang sama tentang Maze Runner ini. Saya tidak akan membahas isi ceritanya, tapi lebih ke unsur buku tersebut. 

Akhirnya saya mau declare, saya benci banget sama Thomas (tokoh utama the Maze Runner), so who's else with my boat ? hehehe. Instead of Thomas, saya lebih menyukai Newt untuk alasan tertentu. 

Yap, novel ini adalah novel Dystopia. Sama dengan novel dystopia lainnya yang berlatar belakang bumi masa depan dimana ras manusia terancam punah, sudah pasti akan banyak yang dikorbankan (termasuk manusia yang masih hidup) karena ada aturan baru dari penguasa bumi, dsb alasan lainnya tergantung masing-masing buku.

Apa yang membuat saya membenci Thomas mungkin bisa dirasakan oleh teman-teman lain yang juga membacanya (mungkin tidak semua, tapi semoga ada yang merasakan hal yang sama). Penulisnya tidak bermain dengan perasaan dlam buku tersebut, tidak memberikan alasan yang kuat , alasan WHY, kenapa harus Thomas yang hidup sampai akhir, kenapa harus mengorbankan orang lain dalam cerita itu, dan orang lain itu berkorban demi agar Thomas bisa hidup hingga akhir.

Layaknya tokoh utama yang lain, dalam novel dystopia apapun memang tokoh utama pasti hidup sampai cerita berakhir. Namun dalam buku ini, maaf, saya dan sahabat saya tidak menemukan alasan kuat mengapa Thomas harus hidup hingga akhir. 

Akhirnya, kita memfilter dahulu apa kelebihan Thomas sebelum sampai pada kesimpulan "ga ada Thomas pun, yang lain masih tetap bisa hidup"
1. Thomas merupakan salah satu yang merancang program dalam maze runner (namun sayangnya kelebihan Thomas sebagai perancang tidak bermanfaat banyak dalam permainan Maze Runner, saat dia terjebak dalam permainannya sendiri dan cenderung membahayakan orang lain)
2. Thomas dan Theresa adalah orang yang memiliki pengetahuan lebih dalam hal Maze tersebut (sayangnya juga, tidak diberikan cerita apa pengetahuan itu, sehingga tidak membuat saya mempertahankan Thomas untuk tetap hidup).

3. Apa Thomas punya orang yang dicintai di dunia luar sana untuk menjadikan ia alasan agar tetap hidup apapun yang terjadi ? ibu nya kah ? keluarga nya kah ? Unfortunately, sampai saya membaca The Scorch Trials pun saya tidak menemukan alasan ini, lebih tepatnya tidak menemukan cerita tentang ini baik tersirat maupun tersurat.
4. Apa tokoh lain aman walaupun tanpa Thomas ? Ternyata jawabannya kalo boleh sok tau, adalah mereka aman-aman saja. Karena ide dan saran Thomas adalah ide2 standar, ya karena itu tadi, walaupun dia diceritakan merancang permainan itu, dia tidak memiliki pengetahuan lebih dan tidak memberikan keuntungan apapun pada penghuni Maze lainnya. 

Akhir kata, pada saat membaca buku ini feeling atau perasaan pembaca tidak dibuat diaduk - aduk, full murni hanya memfokuskan pada kejadian action jalan cerita apa yang harus dilakukan Thomas, juga deskripsi yang sangat jelas. Bukan bilang ga rame sih, hanya saja untuk saya sendiri perasaan pembaca yang diaduk-aduk penulis sangat penting agar pembaca pun terbawa emosi saat membacanya, karena jujur selama saya baca buku ini belum pernah menangis *penting banget*, tapi buat saya penting, bahkan terharu pun belum pernah dibuat buku ini.

Sekian alasan saya membenci Thomas. 

Note : bukan bilang cerita atau bukunya nggak bagus, cuma bilang benci Thomas dan kurang merasa diaduk-aduk perasaannya saat membaca buku ini. Secara cerita science fiction sih keren banget, oke punya lah pokonya James Dashner, hehe.

Sedikit membandingkan dengan buku The Hunger Games (Catatan Keras : Bukan membandingkan cerita, hanya membandingkan unsur cerita ya!). 

Saat membaca Hunger Games, yang mengambil sudut pandang Katniss, kita (pembaca) dibuat ikut merasakan kekhawatiran Katniss akan adiknya, akan Peeta, akan Gale, dan ketakutannya saat bermain Hunger Games di arena. Katniss punya orang-orang yang disayangi yang harus ia lindungi, sehingga membuat pembaca setuju untuk mempertahankan Katniss (dan Peeta) hingga akhir cerita.

Perbandingan ini hanya dalam unsur perasaan saat membaca bukunya, bukan baik/buruknya cerita. Buku-buku tersebut keren, apalagi The Maze Runner yang notabene mengilhami Suzanne Collins untuk melahirkan The Hunger Games. 

So, please readers, jangan fanwar ya hehehe



Minggu, 15 Juni 2014

[REVIEW] Negeri di Ujung Tanduk

gambar dari Goodreads

Judul : Negeri di Ujung Tanduk
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2013
Tebal Buku : 359 halaman

*Me givin 3 out 5 stars*

Here we go, Im going to give you guys synopsis in the end of this review *since it can be found in many blog or website xixixixi*.

Sekuel Negeri Para Bedebah nya Tere Liye (masih sukses) membuat saya membaca buku ini secara terus menerus. Berbeda dari buku pertamanya yang mengangkat isu bailout Bank Century (jika ada yang belum membacanya, kurang lebih kasus yang dialami Tomi adalah penyelamatan aset Bank Semesta, yang saya pikir merupakan plesetan dari Bank Century di dunia nyata).

Kali ini Tomi berhadapan dengan mafia hukum yang bermain di kancah internasional. Kasus korupsi, pemilu, pilgub sampai media masuk dalam novel ini. Jika boleh dibilang, sepertinya ini pun mengambil kasus yang sedang berjalan sekarang di Indonesia. Apalagi kalo bukan isu hangat Pemilihan Umum, yang menjurus pada Pemilihan Presiden.

Cukup menarik Tere Liye memanfaatkan kasus yang tengah ramai dan hangat diperbincangkan di dunia nyata. Karena pasalnya, apa yang disampaikan benar-benar penuh isu intrik politik. Sejujurnya saya udah agak gimanaa gitu sama isu politik ini. Bosen. Mungkin saya aja kali ya yang salah waktu pas bacanya, di dunia nyata politik, di buku politik lagi -_-.

Jumat, 13 Juni 2014

[REVIEW] The Fault in Our Stars



Penulis : John Green
Penerbit : Qanita, Mizan
Tahun Terbit : 2012
Genre : Romance, Life, Teens
Tebal Buku : 422 halaman

Sinopsis : 


Menjadi penderita kanker tiroid di usia muda memang tidak mudah bagi Hazel Grace Lancaster (panggil saja Hazel). Pasalnya, penyakit yang menempel pada tubuhnya secara hampir menyeluruh merenggut masa mudanya, mulai dari pengalaman menyenangkan yang seharusnya dialami bersama teman-teman seumurannya, mimpi - mimpi yang terlalu indah untuk dilupakan dan hal indah lainnya yang bisa dinikmati anak muda lainnya saat seusianya. Membaca adalah satu-satunya hobi yang bisa ia lakukan saat sakit, dan buku Kemalangan Luar Biasa menjadi buku favoritnya, meskipun akhir kisah tersebut tidak diberitahukan oleh penulisnya, alias akhirnya 'menggantung'.


Hazel muda terlalu malas untuk keluar rumah, bukan hanya malas bertemu teman-temannya di Kelompok Pendukung (Kelompok Penderita Kanker, yang akan selalu berbagi kisah-kisah heroik untuk meningkatkan semangat hidup sesama penderita kanker), namun kesulitan utamanya adalah ia harus selalu membawa selang dan tabung oksigen kemanapun ia pergi, jika tidak, paru-parunya tidak akan sanggup untuk mendapatkan oksigen cukup bagi tubuhnya.


Rabu, 09 Oktober 2013

[REVIEW] Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta

source dari Goodreads

Judul buku : Tetap Saja Kusebut (Dia) Cinta
Penulis : Tasaro GK
Tahun Terbit : 2013
Penerbit : Qanita, Mizan
Tebal buku : 264 halaman


Ini bukan novel teman-teman, ini adalah kumpulan cerpen. Ga biasanya saya mau beli kumpulan cerpen. Iya, ini beli karena awalnya gatau kalo ini adalah kumpulan cerpen, bukan novel. But in the end, no regret beli dan tau kalo ternyata ini kumpulan cerpen. Sekian intermezzo \(._.


Kumpulan cerpen yang mostly ngambil tema 'cinta'. Tapi jangan harap kisah cinta picisan tentang pangeran yang mengejar sang putri lalu sang putri dengan senang hati menerima sang pangeran dan happily ever after, bukan picisan. Jauhkan harapan dan angan dari bayang-bayang roman picisan layaknya ftv yang selalu berakhir bahagia.

Untuk cerita semacam itu, cukuplah jadi pengantar tidur yang tidak harus dipaksakan alurnya di dunia nyata. Karena pada kumcer (kumpulan cerpen) ini kita dipaksa melihat cinta di dunia nyata. Baik yang berakhir sedih, bahagia, penantian yang begitu lama namun ternyata bukan jodohnya, dll. 

Tema cinta nya pun bukan tema cinta yang  mainstream. Kenapa setiap kita bilang kata 'cinta' yang terlintas adalah kata kerja antar manusia yang berbeda jenis. Makna cinta itu luas, seluas bumi-Nya. Bahkan, saat bedah buku, mas Tasaro nya bilang "Kita tidak perlu mengkhianati Tuhan untuk mencintai manusia". Its so damn deep words bro buat saya. Kenapa banyak yang akhirnya mengatasnamakan cinta padahal sejatinya itu merusak atau tidak mematuhi rule yang sudah Tuhan berikan ?

Di buku ini, penulisnya mampu beretorika dengan sangat baik, menyampaikan idealisme yang pada saat ini sudah tergerus bahkan sudah dipandang 'asing' , atau bisa dikatakan 'ketinggalan zaman'. Jadi setuju bahwa ketika jurnalisme dibungkam, sastra harus bicara.

Saya ambil satu cerpen yang paling saya suka dan maknanya sangat dalam ditambah dengan penyampaian ringan namun dengan argumentasi sangat kuat.

Minggu, 02 Juni 2013

[REVIEW] : Dalam Dekapan Ukhuwah


Penulis : Salim A Fillah
Penerbit : Pro U Media
Tahun Terbit : 2010


3 kata : High Recommended Book :bd
Maaf kalau  lebai , but thats true . Jangan ngerasa berat dengan judulnya yang pake bahasa arab ‘Ukhuwah’ , mirip nama masjid di salah satu pojok kota bandung *loh .
Buku karangan Salim A Fillah yang menggambarkan bagaimana ukhuwah seharusnya . Berat pake kata ukhuwah ? Oke , selanjutnya saya pakai kata ‘persaudaraan’ .
Jujur , no words left lah buat buku ini , bahkan untuk menuliskan reviewnya disini . Baca buku ini dapat menyebabkan selalu berbaik sangka pada siapapun bahkan pada yang tidak dikenal sekalipun :D .
Penulisnya , Salim A Fillah pintar memadu kata menjadi rangkaian kalimat yang indah yang mampu menari - nari saat kita membacanya sehingga tidak membuat bosan si pembaca .

Jumat, 03 Mei 2013

[REVIEW] Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah

Gambar dari Goodreads

Judul : Kau, Aku dan Sepucuk Angpau Merah
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit : 2012
Jumlah Halaman : 512

"Berapa panjang sungai kapuas ? Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menuju hilir kapuas ?" , pertanyaan yang selalu Borno sampaikan kepada pengemudi sepit di hulu sungai kapuas .
"Mana kutahu, itu tidak akan ditanyakan saat ujian bukan Borno ?" ,
"Macam aku punya waktu saja mengukurnya Borno"
jawab pengemudi sepit yang tentu saja tidak memuaskan hasrat bertanya Borno.


Jawaban Pak Tua lah yang sedikitnya memberi pengetahuan bagi Borno, bahwa menuju hilir kapuas tidak mudah, tergantung perahu yang digunaka, cuaca yang sedang menyelimuti langit saat itu, keadaan sang pengemudi perahu, dll.

Mendapat jawaban itu, akhirnya Borno pun terdiam.

Sejak 6 bulan yang lalu Borno sudah menamatkan bangku SMA nya, namun ia tidak melanjutkan ke pendidikan tinggi, ekonomi. Ia berganti-ganti pekerjaan , mulai dari bekerja di perkebunan karet, hingga menjadi pemotong karcis di dermaga kapal ferry. Karena pekerjaan 'rendah' itu pula, Borno tak jarang mendapat cibiran dari warga sekitar karena walaupun sudah menamatkan SMA nya, pekerjaannya tidak lebih baik dari lulusan SD/SMP. Namun, nasehat-nasehat ibunya lah yang menguatkannya untuk tidak merisaukan cibiran orang-orang tersebut, bahwa pekerjaan-pekerjaan itu tetap lebih baik daripada bekerja dengan cara yang tidak halal.

Sabtu, 27 April 2013

[REVIEW] The Geography of Bliss : Kisah Seorang Penggerutu yang Mengelilingi Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan

source gambar : goodreads

Judul : The Geography of Bliss : Kisah Seorang Penggerutu yang Mengelilingi Dunia Mencari       Negara Paling Membahagiakan
Penulis : Eric Weiner
Penerbit : Qanita Mizan
Tahun Terbit : 2011 
Tebal buku : 512 halaman

"Apakah anda bahagia ?"
Pertanyaan singkat, sepele yang menjadi dasar perjalanan sang penulis menelusuri beberapa negara berdasarkan tingkat kebahagiaan negara tersebut menurut suatu survei . Dengan berbekal data dari WDH (World Database Happiness) yang ada di Belanda, penulis memulai perjalanannya ke Swiss, Qatar, Moldova, India dan beberapa negara lainnya hingga Amerika, negara asal sang penulis. 

Sebenarnya apa makna kebahagiaan itu sendiri ? Apa bedanya dengan kesenangan ? Dengan kenyamanan ? Apa yang sebenarnya dicari penulis ?

Jumat, 26 April 2013

Buku, dan Sejarahku Mencintainya




Bukan , bukan tentang cerita cinta saya pada seseorang (bisa jadi judulnya ambigu). Ini bahasan tentang sejarah saya yang bisa dibuat sangat gila oleh benda bernama buku. Book, buku, hon, dll.

"zah, ga cape apa tiap hari baca buku ato koran ? ngapain sih ? buang-buang waktu aja", agak kaget mendengar ucapan senior saya yang satu ini saat kita sedang berkumpul di perpustakaan kemarin. Yang membuat kaget sih pernyataan terakhirnya , kalo pertanyaan awal sih udah sering banget saya dapatkan . Jadi , agaknya saya mau sedikit berbagi cerita kenapa saya bisa tumbuh jadi seorang bibliomania, bibliopil , dsb. *gapenting juga sih, leave page aja ._.


Minggu, 02 Desember 2012

99 Cahaya di Langit Eropa

99 Cahaya di Langit Eropa (gambar dari sini)

Judul : 99 Cahaya di Langit Eropa (Perjalanan Menapak Jejak Islam di Eropa)
Penulis : Hanum Salsabila Rais & Rangga Almahendra
Penerbit : Gramedia , Juli 2011
Tebal : 412 halaman
Kategori : Novel Islam

Apa yang terlintas di pikiran anda jika mendengar kata "Eropa"? Colosseum ? menara Eiffel ? musik klasik ? san siro ? sepak bola ? 

Buku ini memberikan pengetahuan lebih bahwa Eropa tak hanya sekedar gemerlap Eiffel, kokohnya Colosseum, dan ketatnya persaingan sepak bola di Eropa . Bahwa Eropa ...... lebih ..... sungguh lebih dari sekadar itu semua .

“Paris tak hanya tentang Eiffel atau Louvre. Lebih dari dua bangunan "kecil" itu. Aku menemukan imanku di sini.” - Marion Latimer

Minggu, 21 Februari 2010

Perjalanan 2 Purnama




Sharing (again) , skrang mah tentang buku yg baru beres ak baca . Bukunya dapet minjem dari perpustakaan sekolah tercinta SMAN 4 Bandung .

Perjalanan 2 Purnama or Walk two Moons adalah Novel karangan Sharon Creech , yap , as you know , buat kita pelajar , pasti udah tau , novel ini masuk ke kategori novel terjemahan . Bisa diliat dari nama pengarang , nama tokoh , latar tempat dan waktu n setting yg diambil di dalem novel . Novelnya bisa dibilang tentang pencarian jati diri .

Diceritain , ada 2 orang anak , yg menurut ak , mungkin mereka yang dijadiin "Moons"nya . 2 gadis berusia 13 tahun , Phoebe dan Salamanca . Salamanca anak keturunan Indian asli *ceritanya* , bersahabat sama Phoebe . Salamanca yang notabene anak tunggal , n Phoebe yg punya kakak perempuan .

Diceritain , Salamanca dan nenek kakeknya sedang dalam perjalanan ke Idaho (negara bagian AS) buat ke rumah ibunya , krna ibunya bberapa hari lagi ulang tahun . Nah , selama perjalanan itulah , Salamanca mulai bercerita tentang kehidupannya ke nenek kakeknya . Mulai bercerita tentang Ibunya yang udah pergi lamaaa banget , n udah ga ngasih kabar . Mulai nyeritain tentang Phoebe , sahabatnya yang punya khayalan tingkat tinggi , saking tingginya , imajinasinya kadang kadang di luar batas , dan ga bisa diterima logika , karena bawaannya selalu curigaan terus sama orang lain .

Setiap cerita , pasti ada 1 kasus yang 2 bulan ini hadapin . Saking khayalan si Phoebe ini terlalu tinggi , malah kadang kadang bikin takut si Salamancanya sendiri .

Keseluruhan , ceritanya dikemas dalam bentuk yang menarik , beda dari novel - novel yang lain . Karena , diceritainnya kayak anak anak yang lagi ngedongeng buat kakek neneknya dalam perjalanan jauh . Jadi , kayak setiap kasus flash back , dan seterusnya , sampe mereka akhirnya sampe di tempat tujuan .

Akhir ceritanya yang ga keduga duga , makin bkin buku ini mnarik dan ga nyesel buat dibaca , even pas pertama baca , rada ga ngerti , ni si tokoh utama mau di apain sama si penulisnya . Akhir cerita yg fantastik , bikin ga nyesel baca novel ini .

Mau tau , khayalan si Phoebe yang terlalu tinggi kayak gimana ? Mau tau banyak cerita cerita Indian asli n legendanya kayak gimana ? Mau tau juga khayalan anak anak kecil kayak gimana ? The answer is , just read this one ! Pasti km bakal ter wow wow sama ceritanya , apalgi pas di akhir . :D



Enjoy it , see you next posting :D

Rabu, 15 April 2009

Good Books

in ad sdikit review dari ak tntang novel .

1. AI

yng pertama ada novel AI , novel ny rame bnget , tntang cinta . Ngambil setting di Jepang . Ai kan bahasa jepang yng artinya CINTA (lebay) . Termewek - mewek dah kalu baca ini http://www.emocutez.com , heu ..Kan di judulnya ditulis "Cinta tak pernah lelah menanti" , dan emang isi ceritanya kayak gitu . Jalan ceritanya walopun gampang ditebak , tapi yang dialami si tokoh utama jalannya berliku untuk mendapatkan cinta sejatinya . Diambil dari 2 sudut pandang yang beda . Dari sudut pandang si ceweknya (AI) sama dari sudut pandang si cowoknya (SEI) . Ada kata" yang aku suka banget dari novel ini , simple tapi penuh maknya . Kata" nya yaitu "Cinta membutuhkan persahabatan dan hal terpenting dalam persahabatan adalah Cinta" . kalo ditilik sih , emang kayak gitu , persahabatan tanpa cinta , apa artinya ? cuma saling memanfaatkan ? gak banget . pokoknya novelnya keren . http://www.emocutez.com




2. Totto Chan


Totto Chan , gadis cilik di jendela . Bukunya terbitnya udah lama , tapi aku baru baca sekarang" ini , akunya yang ketinggalan jaman kali ya ? http://www.emocutez.com haha , biarin lah , mau berbagi aja . Totto Chan ceritanya tentang gadis cilik , yang sekolah di TK yang namanya tomoe gakuen . Ngambil setting di Jepang , tahun 1940 - an , soalnya ada bagian dari ceritanya , yang sekolahnya diliburin gara" ada bom hiroshima dan nagasaki . Tomoe gakuen , TK nya si totto chan *lupa nama aslinya syp* , amat sangat menyenangkan , gak kayak TK dia sebelumnya , di tomoe gakuen , murid-muridnya bebas mau belajar apa aja . Misalnya , jam pertama dia mau menggambar dlu , dilanjutin baca buku , atau apa pun itu , terserah si anak . Yang lucu , kalo bawa bekal disini di atur , kepala sekolahnya ngasih aturan , klo bekalnya itu harus sesuatu dari darat dan sesuatu dari laut . Maksudnya , sayuran dan ikan . Kalo ada yang gak bawa , dikasih dari sekolah . Bagusnya , karena , menyetarakan murid" nya , gak ngebeda - beda in .
Setelah aku baca , plot dan sudut pandangnya , gak beda jauh sama Laskar Pelangi nya Andrea Hirata , yang nyeritain masa kecilnya , nyeritain gurunya , dan nyeritain teman - temannya . Cuma bedanya , Totto Chan ma di Jepang , Laskar Pelangi di Indonesia . Keseluruhan sih bukunya bagus , tentang pendidikan yang jangan terlalu memaksakan kehendak yang gak disukai si anak , jadi si anak belajarnya juga gak tertekan . *pengen deh ada skolah kyak gini , gak usah blajar yg gak pnting , hehe* http://www.emocutez.com
sekedar info : uda jadi best seller di dunia :) , kalo kata aku sih , wajib baca .

sgitu dulu deh review an dari ak , ntar ak tambah lagi , kalo udah baca buku yang lain .
 
 
Copyright © [ notulensi ]
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com