Selasa, 26 November 2013

Manajemen File dan File Permission

Sekarang mari kita bahas tentang Sistem Operasi (lagi) . Untuk sekarang, mari kita bahas tentang Manajemen File dan Direktori, dilanjutkan dengan File Permission (Perizinan File)

Sebelum mempelajari teknisnya, ada baiknya kita mengetahui tujuan mempelajari materi ini dahulu. Manajemen File dan Direktori dibutuhkan jika kita ingin memenej file dan direktori (ya iya lah -_-). Apa saja yang bisa dilakukan saat memenej file dan direktori ? Ada banyak, kita bisa melihat daftar file dan direktori, menyalin, menghapus, dan memindahkan file/direktori, juga memanipulasi file/direktori secara rekursif, kayaknya sih masih banyak yg bisa dilakukan di manajemen file dan direktori ini, tapi yang akan kita bahas segitu dulu aja. 

Pada materi File Permission, seperti terjemahannya yaitu Perizinan File yang akan dibahas adalah perizinan file/direktori yang ada pada memori. Apa yang diizinkan dan tidak diizinkan ? Siapa saja yang diizinkan dan tidak diizinkan dan bagaimana cara mengaturnya ? Nah itu yang akan dibahas pada materi ini :D, so just lets check this out ! *kayak VJ VJ gituh biar gawl*

Pertama - tama kita akan melihat daftar direktori secara lengkap dan panjang, dengan cara : mengetikkan ls -al pada terminal kita, maka hasilnya akan seperti ini :

*ps : ls itu list (untuk melihat daftar direktori), dan tambahan -a(all) adalam untuk menampilkan semua file termasuk yang hidden, dan -l(long) untuk menampilkan keterangan file secara lengkap, jadi ls -al untuk melihat daftar direktori secara lengkap dan panjang termasuk yang hidden #hah



Terlihat ada banyak tulisan antah berantah yang keluar, apa an sih itu sebenarnya ? Ini penjelasannya :

Kolom pertama adalah jenis file dan perizinannya (yang akan kita pelajari)
Kolom kedua adalah  jumlah link
Kolom ketiga adalah pemilik file(user)
Kolom keempat adalah kelompok pemilik file(group)
Kolom kelima adalah ukuran file dalam byte
Kolom keenam adalah tanggal modifikasi terakhir
Kolom ketujuh adalah waktu modifikasi terakhir
Kolom kedelapan yang terakhir adalah nama file nya

Selanjutnya kita hanya akan mengotak atik kolom satu, tiga, dan empat, tapi untuk sekarang mari kita otak atik kolom pertama dahulu :D

Apasih huruf antah berantah itu di kolom pertama ? Sip mari dibahas.
jadi , di kolom pertama itu terdiri dari 10 karakter. Karakter pertama menunjukkan jenis filenya, lalu 9 karakter berikutnya menunjukkan masing2 perizinan untuk user, group dan other. Kenapa harus dan boleh diatur ? Anggapnya kalo ada yg mau pinjem laptop kita, lalu kita buat si peminjam dalam mode 'guest' atau other, maka si tamu itu tidak bisa melakukan hal aneh2 #naooon, si tamu hanya bisa melakukan apa yang kita izinkan terhadapnya #euy .

Jenis file di karakter pertama itu ada :

d = directory
- = regular file
l = symbolic link
s = Unit domain socket
p = named pipe
c = character device file
b = block device file

Lalu 9 karakter berikutnya yang dibagi menjadi 3, yang juga terdiri dari 3 karakter r,w,x adalah ?
r =  read
w = write
x = execute
- = no permission



Urutannya sudah pasti begini : rwx, nah kalo ada yg  ( rw- ) >> berarti yang diizinkan hanya read dan write. Misalnya ada file , kolom pertamanya kayak gini :

-rwxr--rw-  >> ini artinya si file merupakan regular file, permission untuk user(3 karakter selanjutnya) adalah read, write dan execute, lalu permission untuk group (3 karakter selanjutnya) adalah read saja, dan terakhir permission untuk other (3 karakter terakhir) adalah read dan write. Begitulah.

Bisa ga sih ngatur biar si group bisa write juga ? Bisa bingiits (alaynya kambuh), berikutnya mari kita bahas ngotak ngatik permissionya :D

Ada 2 cara yang bisa kita lakukan : 1. Metode simbolik, 2. Metode Numerik (kayak nama mata kuliah -,-)

Mari kita bahas metode simbolik dulu ya. Sesuai namanya, berarti kita hanya menggunakan simbol-simbol khusus untuk merubahnya. Simbol yang digunakan untuk pengguna atau user adalah (u), lalu group (g), other (o), dan all (a) untuk semua. Lalu simbol untuk menambah / mengurangi permissionnya : (+) untuk menambahkan, (-) untuk mengurangi , (=) untuk menghapus izin sebelumnya dan menambahkan izin yang baru. Selanjutnya izinnya apakah (w) untuk write, (r) untuk read, dan (x) untuk execute. Untuk mengubah file permission tadi, kita menggunakan chmod (change mode) di awalnya. Baiklah daripada bingung lebih baik kita langsung ke contoh saja :D

Misalnya ada file namanya haha, di kolom pertamanya saat ls -al tertulis seperti ini : -rwxrw-r-- , whats that means ? ah pasti masih inget lah ya, si file haha ini bisa di read, write dan execute oleh user, read dan write oleh group, lalu read saja oleh other. 

Kita akan menghapus izin sebelumnya, tapi menambahkan izin read pada semua pihak, maka : 
$ chmod a = r haha
izin filenya menjadi -r--r--r--

Kita ingin menambahkan hak akses execute hanya pada user, maka :
$ chmod u+x haha
izin filenya menjadi -r-xr--r--

Kita ingin menambahkan hak akses write pada user dan group, maka :
$ chmod ug+w haha
izin filenya menjadi -rwxrw-r--

Kita ingin mengurangi hak akses execute pada user, maka :
$ chmod u-x haha
izin filenya menjadi -rw-rw-r--

Begitulah untuk metode simbolik, semoga mudah dipahami, selanjutnya mari ke Metode Numerik

2. Metode Numerik

Kalau pada metode simbolik yang digunakan untuk mengubah izin filenya adalah dengan simbol, maka pada numerik sesuai namanya yang digunakan adalah angka-angka. Angka-angka disini hanya mewakili perintah saja, nah yang diwakilkan adalah :

4 = read (r)
2 = write (w)
1 = execute (x)
0 = no permission (-)

Misalnya ada file namanya haha, di kolom pertamanya saat ls -al tertulis seperti ini : -rwxrw-r-- , whats that means ? ah pasti masih inget lah ya, si file haha ini bisa di read, write dan execute oleh user, read dan write oleh group, lalu read saja oleh other. 

Bagaimana cara merubahnya ?
Kita pake $ chmod [permission user][permission group][permission other] nama file

Dengan menggunakan contoh file haha, kita ingin membuat semuanya hanya bisa me read saja, maka :
$ chmod 444 haha
izin filenya menjadi -r--r--r--

angka 4 pada kolom pertama adalah read untuk user
angka 4 pada kolom kedua adalah read untuk group
angka 4 pada kolom ketiga adalah read untuk other

Kalo pengen bikin read dan write sekaligus ? Bisa bingit, tinggal dijumlahin ajaa :D , read = 4, write = 2 , maka perintah yang harus diketikkan adalah 6.

Misal : untuk user bikin read dan execute (4+1 = 5)
untuk group bikin read dan write (4 + 2 = 6)
untuk oterh bikin read saja (4)

Perintahnya : $ chmod 564 haha

Selesailah pembahasan dengan metode numerik, lebih mudah mana ? Kata saya sih lebih mudah numerik tapi harus teliti kalo pake numerik :D , dan ga maksa kalo kita harus selalu pake metode numerik, pake apapun boleh asal bertanggungjawab (?)

Sekarang kita akan membahas bagaimana mengubah kepemilikan file dan direktori .

Kan tadi saat mengetikkan ls -al , di kolom ketiga dan keempat ada yang muncul, nah yang muncul itu adalah kepemilikan file tersebut. Bisa looh kita ubah - ubah. Bagaimana caranya ? dengan perintah chown (change own).

Misal yang muncul seperti ini : 


Ingin diubah si pemiliknya menjadi gue , maka tinggal ketik 
$ chown gue contohfile

*ps : gue si user harus udah ada di sistem

Jika ingin mengubah semua kepemilikan yang ada di direktori , cukup tambahkan -R di perintahnya , misal :
$ chown gue contohfile -R


Sorting

Secara default, perintah ls akan menampilkan file/direktori secara alfabetik. Ada beberapa cara sorting lain :
- sort berdasarkan waktu : ls -lt (terbaru hingga terlama)
- sort berdasarkan ukuran : ls -lS (terbesar hingga terkecil)
Dengan tambahan -r maka akan membalikkan urutannya, misal
ls -lrt (mengurutkan berdasarkan waktu dari terlama hingga terbaru) , dll


Copying, Moving, Deleting File

cp = digunakan untuk menyalin satu/banyak file/direktori
mv = digunakan untuk memindahkan / memberi nama baru (kayak save as) pada satu/banyak file/direktori
rm = digunakan untuk menghapus file/direktori

Ada beberapa pilihan yang bisa digunakan untuk perintah cp dan mv, rm :
-f atau --force
sesuai namanya, 'maksa' , maka perintah akan memaksa menghapus file walaupun tidak ada

-i atau --interactive
sesuai namanya juga, interaktif, maka dia akan meminta persetujuan 2 pihak ga asal main paksa kayak -f, dia akan ngeluarin pertanyaan lagi sebelum benar2 melaksanakan perintah yang sudah diinputkan

-b atau --backup
kalo ini akan membuat backupan / cadangan file yang akan diganti/dipindahkan


Membuat / Menghapus direktori 
$ mkdir a b c d 
maka akan membuat direktori a b c d secara langsung

Jika ingin membuat direktori bersarang maka , 
$ mkdir -p d1/d2/d3

Untuk menghapusnya , jika direktori itu kosong maka bisa langsung dengan cara :
$ rmdir a

Jika didalamnya ada file, maka file itu harus dihapus dahulu satu per satu
$ rmdir -p d1/d2

atau jika ingin semua file yang ada didalam direktori itu dihapus, maka bisa menggunakan recursive, dengan :
$ rmdir -r d1 
maka otomatis d2 dan d3 serta file lainnya akan terhapus juga


Membuat file kosong

untuk membuat file kosong , kita bisa menggunakan perintah 
$ touch file

boleh menggunakan ekstensi file, boleh tidak,namun jika tidak biasanya dia akan dianggap sebagai text biasa.

Mencari file
untuk mencari file, kita bisa menggunakan perintah
$ find . -name "text" >> pencarian ini didasarkan berdasarkan nama file

Kompresi File
Kompresi file digunakan jika file yang akan dikirimkan dirasa terlalu besar, lebih baik kita kompresi dahulu agar menjadi lebih ringan :D
Di linux ada 2 program populer untuk kompresi yaitu gzip dan bzip2.


Dengan gzip :
$ gzip (nama file/directory)
misal : $ gzip haha

untuk dekompresi :
$ gzip -d haha.gz


Dengan bzip2 :
$ bzip2 haha
untuk dekompresi :
$ bunzip haha.bz2


Selesai pembahasan kita tentang Manajemen File dan Direktori serta File Permissionn , semoga bermanfaat, selebihnya silahkan diexplore :D








1 comments:

Agus Widianto mengatakan...

ninggalin jejak dulu,,,!

Posting Komentar

Thankyou for reading :)

 
 
Copyright © [ notulensi ]
Blogger Theme by BloggerThemes Design by Diovo.com